← Artikel

Pesona Kebaya Klasik dalam Padu Padan Modern yang Elegan

Oleh Zarvelia · 13 Oktober 2026

Siluet Klasik, Sentuhan Masa Kini

Keanggunan kebaya tidak selalu membutuhkan perubahan besar untuk terasa segar. Justru, pertemuannya dengan busana modern membuka kemungkinan penampilan yang lebih personal dan penuh karakter. Kebaya klasik tetap menjadi pusat pesona, sementara cara mengenakannya memberi nuansa baru yang selaras dengan kehidupan perempuan masa kini.

Dalam konferensi pers film pendek “Jalan Pulang” di Jakarta, Rabu, penata busana Hagai Pakan menjelaskan bahwa perkembangan tren kebaya kini lebih terlihat pada penataannya. Menurutnya, bentuk klasik diperkirakan masih akan menjadi pilihan utama, tetapi hadir melalui kombinasi yang lebih berani, kontemporer, dan sesuai untuk beragam kesempatan.

Dari Blazer hingga Denim

Pilihan padu padannya pun tidak terbatas pada pasangan busana yang selama ini lekat dengan kebaya. Hagai menyebut blazer, jeans, dan celana bahan sebagai sejumlah elemen modern yang dapat dipertemukan dengan kebaya klasik. Kebaya juga bisa dikenakan sebagai luaran, sehingga tampil lebih santai tanpa harus melepaskan karakter khasnya.

Untuk suasana kerja, kebaya dapat ditempatkan sebagai lapisan di balik jas atau dipasangkan dengan celana bahan. Sementara itu, penggunaannya sebagai luaran menawarkan pendekatan berbeda untuk aktivitas sehari-hari. Ragam penataan ini memberi kebaya ruang yang lebih luas dalam lemari busana perempuan, tidak hanya untuk momen yang terasa seremonial.

Hagai menilai eksplorasi tersebut turut didukung oleh desainer dan jenama lokal yang semakin banyak mengolah material serta cara memakai kebaya. Fokusnya bukan menghapus identitas kebaya, melainkan menemukan cara agar keindahan klasiknya dapat berdialog dengan elemen busana masa kini.

Kutu Baru dengan Nuansa Blazer

Gagasan itu diterapkan Hagai dalam penataan busana karakter Dara di film pendek “Jalan Pulang”. Kebaya kutu baru dipadukan dengan kemeja berkancing untuk menciptakan tampilan yang menyerupai blazer. Kombinasi tersebut dipilih guna menggambarkan sosok perempuan muda yang berkarya di bidang gaya hidup dan fesyen.

Penampilan Dara memperlihatkan bagaimana kebaya dapat menjadi bagian dari identitas karakter tanpa harus tampil terpisah dari kesehariannya. Dalam pendekatan ini, daya tarik busana bukan sekadar soal mencuri perhatian, tetapi juga kemampuannya menyatu dengan sosok yang mengenakannya.

Keindahan yang Selaras dengan Cerita

Meski memiliki kekuatan visual, busana dalam “Jalan Pulang” tetap dijaga agar tidak mengalahkan emosi cerita. Hagai menekankan pentingnya keseimbangan antara penampilan, dialog, dan kedalaman adegan. Kebaya dihadirkan sebagai bagian dari narasi, bukan unsur yang mendominasi perhatian penonton.

Film pendek arahan Bramsky ini diprakarsai Bakti Budaya Djarum Foundation untuk menyambut Hari Kebaya Nasional yang diperingati setiap 24 Juli. “Jalan Pulang” dijadwalkan hadir melalui kanal YouTube IndonesiaKaya pada 24 Juli 2026, membawa kebaya ke dalam cerita dengan pendekatan penataan yang dekat dengan kehidupan modern.

Sumber: Antara News — disadur dan ditulis ulang oleh Zarvelia.

Baca Juga

Lihat semua artikel kebaya